Rabu, 28 Mei 2008

Kontes Robot Indonesia Regional 3

Kontes Robot Indonesia & dan Kontes Robot Cerdas Indonesia Regional tanggal 17-19 Mei 2008 yang berlangsung di UGM berlangsung sangat meriah, dan penuh dengan kompetisi. Dalam kontes tersebut hadir juga Prof.DR. Yamamoto, Panitia ROBOCON 2008 Asia Pasifik dari Jepang.

Pertandingan mulai hari Jum'at dengan diawali trial dari masing-masing tim KRI yangberasal dari Jateng, DIY, dan Kalimantan.
Kesempatan trial diberikan oleh panitia 3 kali. Kemudian dari hasil trial tadi dikelompokkan menjadi 4 group A,B,C, dan D.


Babak penyisihan/ Putaran I dimulai hari sabtu jam 09.00.,Putaran II jam 13.30, kemudian dilanjutkan Putaran ke III pada hari minggu. Dari hasil penyisihan, dan perempat final, tim yang lolos ke semi final adalah Tim Palapa (UGM), ZIG-AB(STT NAS JOGJA), Kha-Um(Univeritas Islam Sultan Agung Semarang), Ganash (UNY Jogja).

Pada pertandingan semifinal, PALAPA(UGM) vs STT NAS, dimenangkan oleh PALAPA. Sedangkan Kha-Um vs Ganash UNY dimenangkan Kha-Um (UNISSULA) dengan skor 14-9. Dalam pertandingan Semi final ini masing-masing tim sangat kompetitif sekali, terutama ketika Khaum vs Ganash, ketika robot otomatis Kha-Um selesai mengangkat butter putih, tiba-tiba datang robot otomatis dari UNY menabrak robot otomtis Kha-Um yang bermaksud ingin mengacaukan Pot dan Chese milik Kha-Um. Robot otomatis Kha-Um sempat berputar-putar, didorong-dorong otomatis UNY, tetapi usaha robot otomatis UNY gagal merobohkan robot otomatis Kha-Um, dan butter putih yang berhasil didapatkan robot otomatis Kha-Um bisa dipertahankan. Robot yang lolos ke Final adalah PALAPA (UGM) VS KHA-UM (UNISSULA).

Suasana gemuruh dari para suppoter meramaikan Auditorium Grha Sabha Pramana UGM pada saat final berlangsung, terutama supporter dari tuan rumah UGM dan para supporter dari UNISSULA beradu kreativitas menyorakkan yel-yelnya... selain itu juga ada yang membawa alat-alat drum band dengan keras sekali menggerumuhkan gedung auditorum.. dan sorak-sorai bersahut-sahutan antara kedua tim... U.. NIS..SU...LA... breng2 breng2 breng... disahut juga para supporter UGM dengan semangat dan mendukung TIMnya.

FINAL....
te..t 5x... GO..!
robot mulai meluncur... sayangya robot kita Kha-Um mengalami sedikit kesalahan teknis, yang menyebabkan robot otomatis Kha-Um error.., kemudian stlh retry.. strategi di set ke strategi biasa, yang sebelumnya robot udah diarahkan ke robot otomatis PALAPA untuk menghalangi... akhirnya UGM berhasil mengambil butter kuning.. sehingga final dimenangkan oleh UGM...

Dengan demikian hasil juara KRI Regional III di peroleh:
PALAPA (UGM) JUARA I
KHA-UM (UNISSULA) JUARA II
ZIG-AB (STTNAS JOGJA) JUARA III
GANASH (UNY) JUARA IV

TIM diatas adalah tim yang lolos ke Jakarta besok pada KRI NASIONAL 2008 di Univeritas Indonesia tanggal 14 Juni 2008.....

Ayo KHA-UM (UNISSULA)...... semoga sukses...

Rabu, 30 April 2008

Release WebsiteLINUKE

Dalam rangka pengerjaan program kreativitas mahasiswa dibidang kewirausahaan dengan topik open source, kita telah melaksanakan berbagai tahapan-tahapannya. salah satunya adalah pembuatan webstore.. Alhamdulillah tadi malam webstore sudah berhasil di upload menggunakan FTP.. awalnya kita sewa hosting 25 mb, karena pada proses pengupload-an banyak sekali file yang gagal dan hal itu disebabkan karena memang space hostingnya kurang, kita putuskan hari itu juga untuk meng-upgrade sewa hosting menjadi 50 mb... he3.. tambah Rp.90.064,-...

Silahkan kunjungi
webstore kami http://www.indolinuke.net/
webstore masih dalam pengembangan..

Rabu, 12 Maret 2008


dalam rangka memperkenalkan dunia game, sekaligus mempersiapkan mahasiswa UNISSULA, khususnya mahasiswa Teknik Informatika untuk berpartisipasi dalam Festival Game TEch & Animamsi putaran kedua di UDINUS, Himpunan Mahasiswa Jurusan teknik Informatika akan mengadakan Workshop Game Edukasi Interaktif yang akan dilaksanakan sekitar akhir maret.

Hal ini sangat berarti sekali bagi kalangan mahasiswa Informatika, untuk memulai mengeluarkan ide-ide kreatif mereka, sehingga dengan brainstorming pendapat mereka, mereka bisa lebih tahu jatidiri dan bakat mereka masing-masing yang sebelumnya memang masih terpendam.. OK .. Selamat berjuang..

Rabu, 05 Maret 2008

Go.... Kita pasti bisa,,!

Segudang kegiatan dan proyek-proyek sudah menumpuk dan menunggu untuk dikerjakan. dari mulai proyek pembuatan website MAPADOKS (Mahasiswa Pecinta Alam Kedokteran Unissula), PKMK, Kontes Robot Indonesia,sampe Persiapan lomba GAME nasional sudah menunggu gilirannya masing-masing untuk dikerjakan. HE.. he.. Semoga Allah Selalu memberi kelancaran, kesabaran, kesuksesan dengan adanya tugas-tugas ini.. Amie..n

Selasa, 12 Februari 2008

Seluk Beluk Telematika

Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika.

Telekomunikasi sendiri mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. 'Telekomunikasi' mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/ telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.

Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunakan komputer dalam sistem telekomunikasi. Yang termasuk dalam telematika ini adalah layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika.

Menurut Wikipedia, istilah telematika ini sering dipakai untuk beberapa macam bidang, sebagai contoh adalah:

* Integrasi antara sistem telekomunikasi dan informatika yang dikenal sebagai Teknologi Komunikasi dan Informatika atau ICT (Information and Communications Technology). Secara lebih spesifik, ICT merupakan ilmu yang berkaitan dengan pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi dengan menggunakan peralatan telekomunikasi.
* Secara umum, istilah telematika dipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS (Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology).
* Secara lebih spesifik, istilah telematika dipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics)

Di Indonesia, pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika. Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) adalah unsur pelaksana tugas dan fungsi Departemen di bidang Aplikasi Telematika yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Fungsi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (disingkat DitJen APTEL) meliputi:

* Penyiapan perumusan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
* Pelaksanaan kebijakan di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
* Perumusan dan pelaksanaan kebijakan kelembagaan internasional di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
* Penyusunan standar, norma, pedoman, kriteria, dan prosedur di bidang e-government, e-business, perangkat lunak dan konten, pemberdayaan telematika serta standardisasi dan audit aplikasi telematika;
* Pembangunan, pengelolaan dan pengembangan infrastruktur dan manajemen aplikasi sistem informasi pemerintahan pusat dan daerah;
* Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi;
* Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika.


BeritaNet

Senin, 11 Februari 2008

Depkominfo Persiapkan Sistem Peringatan Dini untuk Ketahanan Pangan Nasional

Baru-baru ini Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) tengah menyiapkan sistem peringatan dini atau early warning system untuk sembilan bahan pokok. Saat ini sistemnya dalam proses pembangunan dan diharapkan pada Februari nanti sudah bisa direalisasi.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Mohammad Nuh menyampaikan hal itu dalam acara jumpa pers di Ruang Ukir Depkominfo, Rabu (30/1) siang. ”Sebagai bagian dari upaya untuk menjaga ketahanan pangan, Depkominfo saat ini sedang menyiapkan early warning system sembilan bahan pokok, yang dapat dipantau tiap saat,” katanya.

Menurut Menkominfo, melalui sistem peringatan dini ini diharapkan berbagai jenis kebutuhan pangan di masyarakat bisa segera terpantau sekaligus bisa tertangani terhadap kemungkinan adanya kekurangan stok yang menyebabkan antrean di masyarakat. “Ini karena dalam hasil monitoring itu nantinya berisi informasi mulai dari harga, stok atau persediaan, jumlah produksi, impor mapun dalam negeri. Jika ini bisa dipantau tiap saat dan juga diketahui publik, maka diharapkan tidak ada lagi upaya penimbunan dan spekulasi harga,” katanya.

Adanya spekulasi harga di pasar dan penimbunan yang dilakukan oleh para spekulan, dikarenakan tidak adanya informasi berkait tentang persediaan atau stok secara pasti. “Inilah yang ingin disiapkan Depkominfo, sehingga jika memang disuatu daerah terpantau hrga naik karena kurangnya persediaan, maka pemerintah bisa segera bertindak untuk menstabilkan harga dengan berbagai macam cara, mulai dari memperbanyak stok dari dalam negeri atau pun impor jika memang stok dalam negeri tidak memungkinkan,” katanya.

Melalui hasil monitoring ini pula, kata Mohammad Nuh, pemerintah juga akan bisa mengetahui ada atau tidak penimbunan di pasar, karena persediaan yang terpantau nantinya menyangkut stok produksi dalam negeri dan impor serta ekspor yang dilakukan pemerintah atau di daerah tertentu.

“Depkominfo tidak bekerja sendirian, tapi akan mengikutsertakan departemen dan lembaga terkait dengan masalah-masalah ketahanan pangan, seperti departemen perdagangan, pertanian, BPS dan lainnya. Hasil monitoring itu nantinya selain bisa diketahui publik, juga akan disampaikan secara on-line kepada para menteri dan pimpinan lembaga non departemen,” katanya. (Skm/dna)

Sumber : Depkominfo

Minggu, 20 Januari 2008

Waspadai Virus yang Tersembunyi dalam Windows



PARA ahli keamanan memperingatkan tentang keberadaan virus yang tersembunyi dalam OS Windows yang mampu mencuri data lengkap berupa identitas nasabah bank online.

Pada Desember 2007, virus jahat ini telah mengorbankan kurang lebih 5.000 nasabah yang sebagian besar berdomisili di Eropa.

Pelaku menjebak para korban via booby-trapped website yang memanfaatkan kelemahan program pengakses internet Microsoft untuk menempatkan kodenya.

Para ahli mengatakan bahwa virus ini berbahaya karena virus ini tersembunyi sehingga sulit terdeteksi.

Virus berbahaya ini mempunyai kelebihan menimpa salah satu bagian HD komputer, Master Boot Record (MBR). "Ketika Anda berhasil mengambil alih kontrol MBR, maka OS komputer tersebut sepenuhnya di bawah kontrol Anda," seperti dikutip dari tulisan Elia Florio pada blog perusahaan sekuriti, Symantec, Senin (14/1/2008).

Florio menekankan bahwa virus-virus tersebut mengambil alih kontrol sebelum Windows menguasai MBR.

Sekali virus itu terinstall, maka dia akan mendownload program sejenis keylogger, yang kemudian digunakan untuk mencuri informasi rahasia.

Hasil pengamatan iDefense, salah satu perusahaan sekuriti, bahwa dalam jangka waktu antara 12 Desember dan 7 Januari lebih dari 5,000 mesin sudah terinfeksi oleh virus ini.

GMER, perusahaan sekuriti independen, telah menemukan program yang mampu mencari dan menghapus virus tersembunyi tersebut

Jumat, 18 Januari 2008

Tugas Sistem Keamanan

1. Kunci Simetris
Ini adalah jenis kriptografi yang paling umum dipergunakan. Kunci untuk membuat pesan yang disandikan sama dengan kunci untuk membuka pesan yang disandikan itu. Jadi pembuat pesan dan penerimanya harus memiliki kunci yang sama persis. Siapapun yang memiliki kunci tersebut, termasuk pihak-pihak yang tidak diinginkan, dapat membuat dan membongkar rahasia ciphertext. Problem yang paling jelas disini terkadang bukanlah masalah pengiriman ciphertext-nya, melainkan masalah bagaimana menyampaikan kunci simetris tersebut kepada pihak yang diinginkan. Contoh algoritma kunci simetris yang terkenal adalah DES (Data Encryption Standard) dan RC-4.
Dua kategori yang termasuk pada algoritma simetris ini adalah algoritma block cipher dan stream cipher.

a) Block Cipher
Algoritma block cipher adalah algoritma yang masukan dan keluarannya berupa satu block, dan setiap blocknya terdiri dari banyak bit. Beberapa mode operasi enkripsi block cipher :

• Data Enkripsi Standard ( DES )
Algoeitma Enkripsi yang paling banyak digunakan di dunia adalah DES yang telah diadopsi oleh NIST ( Nasional Institude of Standard and Tecnology ) sebagai standard pengolahan informasi Federal AS. Data dienkrip dalam block-block 64 bit menggunakan kunci 56 bit.[KUR04]. Algoritma DES berasal dari algoritma Lucifer buatan IBM. Algoritma ini ditawarkan kepada NIST dan menjadi DES tahun 1977. Akan tetapi terdapat dua masalah besar pada algoritma ini. Pertama, kunci yang hanya 56 bit, sehingga sangat rawan terhadap serangan brute force. Kedua, desain struktur internal DES dimana bagian subsitusinya ( S-box ) masih dirahasiakan.

• AES ( Advanced Encrytion Standard )
Sekitar tahun1990-an ketika semakin banyak komputer yang dapat menembus kunci DES yang disebabkan terlalu pendeknya panjang kunci. Dalam kriptografi modern , panjang kunci dalam ukuran jumlah bit yang digunakan, merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Hal ini dikarenakan penggunaan komputer yang sangat intensif dalam dunia kriptografi. Untuk itu NIST mengadakan sebuah kontes untuk mencari sebuah algoritma standard baru untuk menggantikan DES. Pada bulan oktober 2000, Rijndael dipilih menjadi pemenang kontes AES. Algoritma Rijndael dipilih bukan karena yang paling aman, melainkan karena keseimbangan antara keamanan dan fleksibilitas dalam berbagai platform software dan hardware. Algoritma menyingkirkan saingan terdekatnya yaitu algoritma RC6 buatan RSA.[KUR04]

• Blowfish
Blowfish merupakan block cipher 64-bit dengan panjang kunci variabel. Algoritma ini terdiri dari dua bagian: key expansion dan enkripsi data. Key expansion merubah kunci yang dapat mencapai 448 bit menjadi beberapa array subkunci (subkey) dengan total 4168 byte.[SCH01] enkripsi data terdiri dari iterasi fungsi sederhana sebanyak 16 kali. Setiap putaran terdiri dari permutasi kunci-dependent dan substitusi kunci dan data dependent. Semua operasi adalah penambahan XOR pada variable 32-bit. Tambahan operasi lainnya hanyalah empat penelusuran tabel (table lookup) array berindeks untuk setiap putaran. Blowfish menggunakan subkunci yang besar. Kunci ini harus dihitung sebelum enkripsi atau dekripsi data. [SCH01]
b) Stream Chipher

Stream cipher ( Cipher aliran ) adalah cipher yang berasal dari hasil XOR antara bit plaintext dengan setiap bit kuncinya. Stream cipher sangat rawan terhadap attack pembalikan bit. Beberapa model algoritma stream cipher antara lain :
• One Time Pad ( OTP )
Dalam OTP terdapat teknik enkripsi yang sempurna. Ditemukan oleh Mayor J Maugborne dan G Verman tahun 1917. Setiap kunci hanya digunakan untuk sekali pesan. Teknik ini dikatakan sempurna di karena kunci yang acak dan hanya digunakan sekali. Untuk membangkitkan kunci OTP diperlukan pembangkit bilangan acak yang tidaklah mudah.
• Rivest Code 4 ( RC 4 )
RC4 merupakan salah satu algoritma kunci simetris yang berbentuk stream cipher, yaitu memproses unit atau input data pada satu saat. Unit atau data pada umumnya sebuah byte atau kadang-kadang bit. Dengan cara ini enkripsi atau dekripsi dapat dilaksanakan pada panjang yang variabel. Algoritma ini tidak harus menunggu sejumlah input data tertentu sebelum diproses, atau menambahkan byte tambahan untuk mengenkripsi. Algoritma ini ditemukan pada tahun 1987 oleh Ronald Rivest dan menjadi simbol keamanan RSA.[WAH04] RC4 merupakan enkripsi stream simetrik proprietary yang dibuat oleh RSA Data Security Inc (RSADSI). Penyebarannya diawali dari sebuah source code yang diyakini sebagai RC4 dan dipublikasikan secara 'anonymously' pada tahun 1994. Algoritma yang dipublikasikan ini sangat identik dengan implementasi RC4 pada produk resmi. RC4 digunakan secara luas pada beberapa aplikasi dan umumnya dinyatakan sangat aman. Sampai saat ini diketahui tidak ada yang dapat memecahkan/membongkarnya. RC4 tidak dipatenkan oleh RSADSI, hanya saja tidak diperdagangkan secara bebas (trade secret).[WAH04] Algoritma RC4 bekerja pada dua tahap, menyetem susunan (key setup) dan pengkodean (ciphering). Kunci susunan merupakan hal yang lebih awal dan merupakan tahap yang paling sulit dari algoritma ini. Selama menyetem susunan suatu N-bit ( N menjadi panjangnya kunci), kunci enkripsi digunakan untuk menghasilkan suatu variabel enkripsi yang menggunakan dua arrays, state dan kunci, dan jumlah N dari operasi pencampuran. Operasi pencampuran terdiri dari menukar bytes, modulo operasi, dan rumusan lain. Suatu modulo operasi adalah proses sisa dari suatu hasil divisi. Sebagai contoh, 11/4 adalah 2 sisa 3; oleh karena itu 11 mod 4 sama dengan 3. [WAH04] Sekali variabel enkripsi dihasilkan dari key setup, langkah selanjutnya adalah masuk ke fase ciphering di mana dalam proses ini hasilnya akan diXORkan dengan plaintext. Sekali penerima mendapat pesan yang dienkripsi, langkah selanjutnya adalah mendekripsinya dengan XOR pesan yang dienkripsi dengan menggunakan variabel yang sama.[WAH03]

2. Kunci Asimetris
Pada pertengahan tahun 70-an Whitfield Diffie dan Martin Hellman menemukan teknik enkripsi asimetris yang merevolusi dunia kriptografi. Kunci asimetris adalah pasangan kunci-kunci kriptografi yang salah satunya dipergunakan untuk proses enkripsi dan yang satu lagi untuk dekripsi. Semua orang yang mendapatkan kunci publik dapat menggunakannya untuk mengenkripsikan suatu pesan, sedangkan hanya satu orang saja yang memiliki rahasia tertentu, dalam hal ini kunci privat, untuk melakukan pembongkaran terhadap sandi yang dikirim untuknya. Dengan cara seperti ini, jika seorang pihak pertama mengirim pesan untuk pihak kedua, pihak pertapa tersebut dapat merasa yakin bahwa pesan tersebut hanya dapat dibaca oleh pihak yang bersangkutan, karena hanya dia yang bisa melakukan dekripsi dengan kunci privatnya. Tentunya si pihak pertama harus memiliki kunci publik milik pihak kedua untuk melakukan enkripsi. Pihak pertama bisa mendapatkannya dari pihak yang bersangkutan, ataupun dari pihak ketiga yang dipercaya. Teknik enkripsi asimetris ini jauh lebih lambat ketimbang enkripsi dengan kunci simetris. Oleh karena itu, biasanya bukanlah pesan itu sendiri yang disandikan dengan kunci asimetris, namun hanya kunci simetrislah yang disandikan dengan kunci asimetris. Sedangkan pesannya dikirim setelah disandikan dengan kunci simetris tadi. Contoh algoritma terkenal yang menggunakan kunci asimetris adalah RSA (merupakan singkatan penemunya yakni Rivest, Shamir dan Adleman).
Beberapa algoritma asimetrik antara lain :
RSA tidak pernah dibuktikan aman tidaknya, hanya karena sulitnya pemfaktoran bilangan yang sangat besar, maka RSA dianggap aman. Dalam pembangkitan kedua kunci, digunakan dua bilangan prima acak yang sangat besar.
Diffie-Hellman ( DH )
Diffie Helman dianggap merupakan algoritma asimetrik yang pertama kali ditemukan pada tahun 1976, meskipun NSA telah mengaku menemukan algoritma asimetrik jauh-jauh hari sebelumnya. Algoritma ini memperoleh keamanannya dari sulitnya menghitung logaritma diskrit pada bilangan yang amat besar. Akan tetapi algoritma ini hanya dapat digunakan untuk pertukaran kunci (simetris) dan tidak dapat digunakan untuk enkripsi/dekripsi maupun untuk tandat tangan digital.

Tugas Sistem operasi

Metode-metode Penanganan Deadlocks

* Memastikan bahwa sistem tidak akan pernah masuk ke dalam kondisi (state) deadlock.
* Memungkinkan sistem untuk masuk ke dalam kondisi deadlock dan kemudian melakukan recovery (pemulihan).
* Mengabaikan masalah deadlock dan membuat deadlock tidak pernah terjadi dalam sistem; digunakan pada OS umumnya (Unix).


Tugas Sistem Operasi >> Deadlock

DEFINISI

Deadlock adalah suatu kondisi dimana dua proses atau lebih saling menunggu proses yang lain untuk melepaskan resource yang sedang dipakai. Karena beberapa proses itu saling menunggu, maka tidak terjadi kemajuan dalam kerja proses-proses tersebut. Deadlock adalah masalah yang biasa terjadi ketika banyak proses yang membagi sebuah resource yang hanya boleh dirubah oleh satu proses saja dalam satu waktu. Di kehidupan nyata, deadlock dapat digambarkan dalam gambar berikut. Pada gambar diatas, deadlock dianalogikan sebagai dua antrian mobil yang akan menyeberangi jembatan. Dalam kasus diatas, antrian di sebelah kiri menunggu antrian kanan untuk mengosongkan jembatan (resource), begitu juga dengan antrian kanan. Akhirnya tidak terjadi kemajuan dalam kerja dua antrian tersebut. Misal ada proses A mempunyai resource X, proses B mempunyai resource Y. Kemudian kedua proses ini dijalankan bersama, proses A memerlukan resource Y dan proses B memerlukan resource X, tetapi kedua proses tidak akan memberikan resource yang dimiliki sebelum proses dirinya sendiri selesai dilakukan. Sehingga akan terjadi tunggu-menunggu.

Add comment December 3, 2007 Edit

Sheeva

Add comment November 23, 2007 Edit
SISTEM OPERASI >>

Sistem operasi merupakan sebuah penghubung antara pengguna dari komputer dengan perangkat keras komputer. Sebelum ada sistem operasi, orang hanya mengunakan komputer dengan menggunakan sinyal analog dan sinyal digital. Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan teknologi, pada saat ini terdapat berbagai sistem operasi dengan keunggulan masing-masing. Untuk lebih memahami sistem operasi maka sebaiknya perlu diketahui terlebih dahulu beberapa konsep dasar mengenai sistem operasi itu sendiri.
1. Struktur Sistem Operasi

1.1. Komponen-komponen Sistem

Pada kenyataannya tidak semua sistem operasi mempunyai struktur yang sama. Namun menurut Avi Silberschatz, Peter Galvin, dan Greg Gagne, umumnya sebuah sistem operasi modern mempunyai komponen sebagai berikut:
• Managemen Proses.
• Managemen Memori Utama.
• Managemen Secondary-Storage.
• Managemen Sistem I/O.
• Managemen Berkas.
• Sistem Proteksi.
• Jaringan.
• Command-Interpreter system.

1.2. Managemen Proses

Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di eksekusi. Sebuah proses membutuhkan beberapa sumber daya untuk menyelesaikan tugasnya. sumber daya tersebut dapat berupa CPU time, memori, berkas-berkas, dan perangkat-perangkat I/O. Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen proses seperti:
• Pembuatan dan penghapusan proses pengguna dan sistem proses.
• Menunda atau melanjutkan proses.
• Menyediakan mekanisme untuk proses sinkronisasi.
• Menyediakan mekanisme untuk proses komunikasi.
• Menyediakan mekanisme untuk penanganan deadlock.

1.3. Managemen Memori Utama
Memori utama atau lebih dikenal sebagai memori adalah sebuah array yang besar dari word atau byte, yang ukurannya mencapai ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan. Setiap word atau byte mempunyai alamat tersendiri. Memori Utama berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang akses datanya digunakan oleh CPU atau perangkat I/O. Memori utama termasuk tempat penyimpanan data yang sementara (volatile), artinya data dapat hilang begitu sistem dimatikan. Sistem operasi bertanggung jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan managemen memori seperti:
• Menjaga track dari memori yang sedang digunakan dan siapa yang menggunakannya
• Memilih program yang akan di-load ke memori.
• Mengalokasikan dan meng-dealokasikan ruang memori sesuai kebutuhan.

1.4. Managemen Secondary-Storage
Data yang disimpan dalam memori utama bersifat sementara dan jumlahnya sangat kecil. Oleh karena itu, untuk meyimpan keseluruhan data dan program komputer dibutuhkan secondary-storage yang bersifat permanen dan mampu menampung banyak data. Contoh dari secondary-storage adalah harddisk, disket, dll. Sistem operasi bertanggung-jawab atas aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan disk-management seperti:free-space management , alokasi penyimpanan, penjadualan disk.

1.5. Managemen Sistem I/O
Sering disebut device manager. Menyediakan “device driver” yang umum sehingga operasi I/O dapat seragam (membuka, membaca, menulis, menutup). Contoh: pengguna menggunakan operasi yang sama untuk membaca berkas pada hard-disk, CD-ROM danfloppy disk .
Komponen Sistem Operasi untuk sistem I/O:
• Buffer : menampung sementara data dari/ ke perangkat I/O.
•Spooling: melakukan penjadualan pemakaian I/O sistem supaya lebih efisien (antrian dsb.).
• Menyediakan driver untuk dapat melakukan operasi “rinci” untuk perangkat keras I/O tertentu.

1.6. Managemen Berkas

Berkas adalah kumpulan informasi yang berhubungan sesuai dengan tujuan pembuat berkas tersebut. Berkas dapat mempunyai struktur yang bersifat hirarkis (direktori, volume, dll.). Sistem operasi bertanggung-jawab:
• Pembuatan dan penghapusan berkas.
• Pembuatan dan penghapusan direktori.
• Mendukung manipulasi berkas dan direktori.
• Memetakan berkas ke secondary storage.
• Mem-backup berkas ke media penyimpanan yang permanen (non-volatile).

1.7. Sistem Proteksi

Proteksi mengacu pada mekanisme untuk mengontrol akses yang dilakukan oleh program, prosesor, atau pengguna ke sistem sumber daya. Mekanisme proteksi harus:
• membedakan antara penggunaan yang sudah diberi izin dan yang belum.
• specify the controls to be imposed.
• provide a means of enforcement .

1.8. Jaringan
Sistem terdistribusi adalah sekumpulan prosesor yang tidak berbagi memori atau clock. Tiap prosesor mempunyai memori sendiri. Prosesor-prosesor tersebut terhubung melalui jaringan komunikasi Sistem terdistribusi menyediakan akses pengguna ke bermacam sumber-daya sistem. Akses tersebut menyebabkan:
• Computation speed-up.
• Increased data availability.
• Enhanced reliability.
1.9. Command-Interpreter System
Sistem Operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut: control-card interpreter, command-line interpreter, dan UNIX shell. Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O devices yang ada. Contohnya: CLI, Windows, Pen-based (touch), dan lain-lain.

1.10. Layanan Sistem Operasi

Eksekusi program adalah kemampuan sistem untuk “load” program ke memori dan menjalankan program. Operasi I/O: pengguna tidak dapat secara langsung mengakses sumber daya perangkat keras, sistem operasi harus menyediakan mekanisme untuk melakukan operasi I/O atas nama pengguna. Sistem manipulasi berkas dalah kemampuan program untuk operasi pada berkas (membaca, menulis, membuat, and menghapus berkas). Komunikasi adalah pertukaran data/ informasi antar dua atau lebih proses yang berada pada satu komputer (atau lebih). Deteksi error adalah menjaga kestabilan sistem dengan mendeteksi “error”, perangkat keras maupun operasi.
Efesisensi penggunaan sistem:

• Resource allocator adalah mengalokasikan sumber-daya ke beberapa pengguna ataujob yang jalan pada saat yang bersamaan.
• Proteksi menjamin akses ke sistem sumber daya dikendalikan (pengguna dikontrol aksesnya ke sistem).
•Accounting adalah merekam kegiatan pengguna, jatah pemakaian sumber daya (keadilan atau kebijaksanaan).

1.11. System Calls
System call menyediakan interface antara program (program pengguna yang berjalan) dan bagian OS. System call menjadi jembatan antara proses dan sistem operasi. System call ditulis dalam bahasa assembly atau bahasa tingkat tinggi yang dapat mengendalikan mesin (C). Contoh: UNIX menyediakan system call: read, write => operasi I/O untuk berkas.Sering pengguna program harus memberikan data (parameter) ke OS yang akan dipanggil. Contoh pada UNIX: read(buffer, max_size, file_id);
Tiga cara memberikan parameter dari program ke sistem operasi:
• Melalui registers (sumber daya di CPU).
• Menyimpan parameter pada data struktur (table) di memori, dan alamat table tsb ditunjuk olehpointer yang disimpan di register.
• Push (store) melalui “stack” pada memori dan OS mengambilnya melalui pop pada stack tsb.

1.12. Mesin Virtual

Sebuah mesin virtual (Virtual Machine) menggunakan misalkan terdapat sistem program => control program yang mengatur pemakaian sumber daya perangkat keras. Control program = trap System call + akses ke perangkat keras. Control program memberikan fasilitas ke proses pengguna. Mendapatkan jatah CPU dan memori. Menyediakan interface “identik” dengan apa yang disediakan oleh perangkat keras => sharing devices untuk berbagai proses. Mesin Virtual (MV) (MV) => control program yang minimal MV memberikan ilusi multitasking: seolah-olah terdapat prosesor dan memori ekslusif digunakan MV. MV memilah fungsi multitasking dan implementasi extended machine (tergantung proses pengguna) => flexible dan lebih mudah untuk pengaturan. Jika setiap pengguna diberikan satu MV => bebas untuk menjalankan OS (kernel) yang diinginkan pada MV tersebut. Potensi lebih dari satu OS dalam satu komputer. Contoh: IBM VM370: menyediakan MV untuk berbagai OS: CMS (interaktif), MVS, CICS, dll. Masalah: Sharing disk => OS mempunyai sistem berkas yang mungkin berbeda. IBM: virtual disk (minidisk) yang dialokasikan untuk pengguna melalui MV.
Konsep MV menyediakan proteksi yang lengkap untuk sumberdaya sistem, dikarenakan tiap MV terpisah dari MV yang lain. Namun, hal tersebut menyebabkan tidak adanya sharing sumberdaya secara langsung. MV merupakan alat yang tepat untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi. Konsep MV susah untuk diimplementasi sehubungan dengan usaha yang diperlukan untuk menyediakan duplikasi dari mesin utama.
1.13. Perancangan Sistem dan Implementasi
Target untuk pengguna: sistem operasi harus nyaman digunakan, mudah dipelajari, dapat diandalkan, aman dan cepat. Target untuk sistem: sistem operasi harus gampang dirancang, diimplementasi, dan dipelihara, sebagaimana fleksibel, error, dan efisien.
Mekanisme dan Kebijaksanaan:
• Mekanisme menjelaskan bagaimana melakukan sesuatu kebijaksanaan memutuskan apa yang akan dilakukan. Pemisahan kebijaksanaan dari mekanisme merupakan hal yang sangat penting; ini mengizinkan fleksibilitas yang tinggi bila kebijaksanaan akan diubah nanti.
• Kebijaksanaan memutuskan apa yang akan dilakukan. Pemisahan kebijaksanaan dari mekanisme merupakan hal yang sangat penting; ini mengizinkan fleksibilitas yang tinggi bila kebijaksanaan akan diubah nanti. Implementasi Sistem biasanya menggunakan bahas assembly, sistem operasi sekarang dapat ditulis dengan menggunakan bahasa tingkat tinggi. Kode yang ditulis dalam bahasa tingkat tinggi: dapat dibuat dengan cepat, lebih ringkas, lebih mudah dimengerti dan didebug. Sistem operasi lebih mudah dipindahkan ke perangkat keras yang lain bila ditulis dengan bahasa tingkat tinggi.
1.14. System Generation (SYSGEN)
Sistem operasi dirancang untuk dapat dijalankan di berbagai jenis mesin; sistemnya harus di konfigurasi untuk tiap komputer. Program SYSGEN mendapatkan informasi mengenai konfigurasi khusus dari sistem perangkat keras.
• Booting: memulai komputer dengan me-load kernel.
• Bootstrap program: kode yang disimpan di code ROM yang dapat menempatkan kernel, memasukkannya kedalam memori, dan memulai eksekusinya.

Minggu, 13 Januari 2008

Bikin web dengan auraCMS

Alhamdulillah...
ternyata Open Source telah membawa kita semua menjadi tambah wawasan.. untuk membuat website kita usah perlu membangun dari awal..
cukup dengan paket-paket open source yang disediakan untuk kita-kita yang hobi buat web.. tentunya kita juga harus menguasai dulu PHP dan mysql dasar..
o... ya.. auraCMS adalah salah satu paket untuk bikin web.. dengan kita mengutak-atik kode-kode.. kita bisa bisa bikin web secara cepat.. selanjutnya.. kita kembangkan sendiri..

map widgets